Minggu, 03 April 2011

Rahmad Darmawan Cari Solusi


Rahmad Darmawan Cari Solusi

Grafik permainan Persija Jakarta mengalami penurunan. Awal Maret, tim Ibu Kota yang berjuluk Macan Kemayoran itu memiliki start bagus saat memulai putaran kedua Indonesia Super League (ISL).

Kemenangan 5-1 atas Persiba Balikpapan dilanjutkan torehan poin penuh di markas Persib Bandung. Tapi, kala Persija menyambangi Jepara, mereka tumbang dengan skor telak 1-4 dari tuan rumah Persijap.

Hasil buruk di Jepara berlanjut kala Persija gagal menekan Persipura Jayapura, tiga hari lalu. Ismed Sofyan dkk bahkan sempat tertinggal 0-1, sebelum striker Agu Casmir menyelamatkan Macan Kemayoran beberapa menit sebelum laga usai.

Performa yoyo milik Persija selama Maret langsung jadi perhatian. Evaluasi dan perbaikan dilakukan Pelatih Rahmad ’RD’ Darmawan pada awal April untuk menyongsong kewajiban Persija dalam lanjutan ISL.

Kestabilan permainan Persija jadi menu utama perbaikan ini.Sebab,Macan Kemayoran butuh tiga angka saat menjamu Persiwa Wamena, tengah pekan ini. Menurut RD,anak asuhnya terus mencari komposisi organisasi bermain yang seimbang.

”Kami belum dapatkan organisasi permainan menyerang dan bertahan yang seimbang. Hal ini yang harus diperbaiki dan dicarikan solusinya. Kami bisa mengambil hikmah dari dua laga terakhir,” kata RD, kemarin.

Gagal mengoptimalkan meraup angka dalam dua laga terakhir membuat posisi Macan Kemayoran turun di klasemen sementara ISL. Ismed dkk berada di peringkat 3 dengan nilai 33 dari 18 laga. Persija tertinggal dua angka dari runner up Semen Padang. Namun, tim berjuluk Kabau Sirah itu surplus satu pertandingan.

Dari Persipura, poin anak asuh RD berselisih delapan angka. Ketertinggalan ini membuat RD dan pasukannya harus segera menemukan solusi, di samping wajib kerja keras pada laga mereka berikutnya.

”Kami ingin menstabilkan interpass dari belakang sampai depan. Harapannya, kami bisa mencapai keseimbangan itu. Untuk penyelesaian akhir sebenarnya ada peningkatan. Kami selalu membuat gol pada setiap laga,”cetus mantan arsitek Sriwijaya FC (SFC) ini.

Dari 18 laga, Ismed dkk sudah mengoleksi 30 gol dengan produktivitas plus 12. Mengacu pada catatan statistik, mereka berhasil mencetak gol hampir di setiap fase menit pertandingan. Mereka pernah mencetak gol pada sepuluh menit dengan persentase 3%. Pada 20 menit sesudahnya, mereka berhasil mencetak gol sebanyak 23%. Namun, konsistensi permainan menurun menjelang turun minum dan lima menit sesudahnya. Macan Kemayoran biasanya menemukan konsistensi setelah menit ke- 60 dengan produktivitas 23%.

”Sebenarnya kami berharap bisa bermain dengan taktik lebih fleksibel. Artinya, kami harus berpikir seperti awal. Selama ini kami berusaha mencari solusi dengan menyesuaikan taktik dan strategi dengan karakter lawan. Tapi, setelah ini tampaknya lawan harus berpikir tentang Persija,” tutur RD.

Sementara itu, Manajer Tim Persija Ferry Indrasyarief mengatakan, keuntungan nonteknis masih dimiliki tim. Raihan angka akan dimaksimalkan dari sisa delapan home dan mencuri nilai saat away. Ferry optimistis perubahan permainan akan mendatangkan pengaruh positif.

”Penyelesaian akhir mungkin harus dipertajam lagi karena itu syarat meraih angka maksimal. Tapi, peluang juara masih terbuka. Sisa home harus dimaksimalkan, termasuk mencuri angka dari away,”

sumber :bolaindo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Lainnya