Senin, 11 April 2011

Macan Terkapar dikandang Singa


Tuan rumah Arema Indonesia memenangi laga akbar Liga Super Indonesia melawan Persija Jakarta 2-1, Minggu (10/4) malam. Kemenangan di Stadion Kanjuruhan menjadi penebus kekalahan di Stadion Gelora Bung Karno pada Minggu, 9 Januari lalu. Waktu itu Persija pun unggul 2-1. Dua gol Arema disumbang gelandang serang asal Slovakia, Roman Chmelo, lewat titik penalti di menit ke-6. Pemain muda Sunarto menggenapkan keunggulan di menit ke-16. Sedangkan gol tunggal Persija dicetak Bambang Pamungkas di menit ke-86. Tempo permainan kedua tim meningkat di babak kedua, terlebih setelah hujan deras mereda sejak menit ke-70. Persija menciptakan peluang lebih banyak dibanding di babak pertama, terlebih ketika Arema harus bermain dengan 10 orang setelah Sunarto diusir wasit dari lapangan di menit ke-53. Sunarto diganjar kartu kuning kedua sekaligus menjadi kartu merah setelah menyentuh bola dengan tangan dalam sebuah perebutan bola atas. Kartu kuning pertama diperoleh Sunarto di menit ke-16 gara-gara ia membuka kaos setelah mencetak gol kedua. Macon Kemayoran langsung menggebrak begitu wasit asal Malaysia, Nagor Amir, meniup peluit pembuka babak kedua. Serangan Persija makin meningkat setelah pelatih Rahmad Darmawan memasukkan Bambang Pamungkas dan Oliver Makor di menit ke-51. Bambang dan Oliver masing-masing menggantikan Aliyudin dan Tony Sucipto. Serangan bertubi Persija membuat pemain Zulkifli Syukur dan kawan-kawan mulai kewalahan hingga Sunarto pun nekat menghalau bola dengan tangan dan diusir wasit. Arema terpaksa bermain dengan sepuluh orang. Begitu Sunarto keluar, Ismed Sofyan dan kawan-kawan mendapat dua peluang di menit ke-54 dan 55. Bola hasil umpan terobosan Persija membentur kaki kiri Zulkifli dan melayang melewati mistar gawang Arema. Lalu, terjadi kemelut di daerah pertahanan Arema. Persija dua kali menembakkan bola. Untung ada Purwaka berdiri di garis gawang dan mampu menolak bola dengan dadanya sehingga Arema terhindar dari kebobolan. Sebaliknya, di menit ke-57, Ridhuan menggiring bola muntah hingga mendekati garis kotak besar. Bola yang ditendangnya melebar ke samping kiri gawang Persija. Di menit ke-64 gol Roman dianulir wasit. Roman dinyatakan dalam posisi off side. Setelah itu, giliran Persija mendapat peluang di menit ke-69. Bola yang nyaris memasuki gawang Arema ditendang Purwaka Yudhi sejauh-jauhnya. Selamatlah gawang Arema. Di menit ke-71, Arema mendapat peluang lewat tendangan bebas setelah terjadi pelanggaran di luar kotak. Muhammad Ridhuan tidak langsung menendangnya, tapi mengoper ke Waluyo. Tembakan keras Waluyo membuat Jendri Pitoy harus “terbang” untuk memblok bola. Di menit ke-73, Persija mendapat tendangan bebas gara-gara kiper Kurnia Meiga melewati garis saat menendang bola. Dengan sedikit kecoan, Persija dua kali menendang bola dengan keras dan selalu membentur kaki pemain Arema. Di menit ke-80 penyerang muda Dendi Santoso masuk menggantikan Yongki Aribowo. Keputusan Miroslav Janu memasukkan Dendi berbuah peluang matang setelah Dendi menyundul bola dari hasil tendangan pojok. Jendri memblok bola ke samping kanan gawang yang dikawalnya. Setelah itu Persija mendominasi permainan. Pemain-pemain Arema terpaksa bertahan. Hasilnya, dalam sebuah kemelut, Bambang berhasil menceploskan bola yang diumpan Greg Nwokolo. Di menit ke-86 Persija memperkecil kekalahan menjadi 1-2. Meski Persija kalah, 500-an The Jakmania tetap setia dan bersemangat mendukung tim kebanggaan mereka. Tentu saja nyanyian mereka kalah keras dari nyanyian penyemangat sekitar 32 ribu pendukung tuan rumah, Aremania. Kedua suporter sama-sama bersemangat memberi dukungan kepada tim masing-masing walau hujan deras mengguyur sepanjang 70 menit permainan. Dalam jumpa pers selepas pertandingan, Rahmad Darmawan menyatakan hasil pertandingan sangat mengecewakan. Tim asuhannya lebih banyak mendapat peluang dibanding Arema dan lebih mendominasi pertandingan setelah Arema bermain dengan sepuluh pemain pasca diusirnya Sunarto. “Tapi itulah sepakbola. Apa yang kita pikirkan tidak terjadi, tapi yang tidak kita pikirkan malah terjadi. Kami bermain sangat bagus daripada di babak pertama, tapi kami kurang beruntung dalam penyelesaian akhir,” kata Rahmad. Ia pun mengaku kecewa setelah Arema diberi hadiah penalti oleh wasit setelah Ismed Sofyan mengganjal Roman hingga terjatuh. Menurutnya, penalti itu tak seharusnya terjadi. “Jujur, saya mempertanyakan keputusan penalti yang diberikan wasit. Keputusan itu mengecewakan, tapi tetap saja kami harus menghargai dan menerimanya karena itu memang menjadi kewenangan wasit,” kata bekas pelatih Sriwijaya FC itu. Sedangkan Miroslav Janu menyatakan sangat puas dan berterima kasih untuk kegigihan para pemainnya. Ia pun memuji semangat Aremania yang tak putus memberi dukungan kepada Zulkifli dan kawan-kawan. “Terima kasih kepada pemain karena mereka sudah mati-matian mainnya sehingga mampu menang atas Persija yang punya kualitas sangat bagus. Persija bermain sangat bagus dengan disiplin tinggi. Di babak kedua kami sedikit dapat chance (peluang) daripada mereka,” kata pelatih berpaspor Ceko itu. Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema Abriadi Muhara melaporkan pertandingan akbar itu disaksikan 32.597 penonton. Ia memastikan seluruh hasil penjualan tiket akan dibayarkan kepada seluruh pemain sebagai gaji

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Lainnya