Jumat, 01 April 2011

o2 dari Bung Ferry


Big Match. Hampir semua media menyebut pertandingan Persib melawan Persija menjadi sebuah partai klasik yang paling dinanti bukan hanya suporter kedua tim namun juga oleh para penikmat sepakbola Indonesia. Temen2 SMA dan SMP gw pun menaruh perhatian cukup besar pada partai ini lewat komentar2nya di fesbuk gw. Namun, kita tetap tidak ingin pemain merasa terbebani dengan kondisi ini. Baik Pelatih maupun Manajemen menekankan pentingnya meraih poin di setiap pertandingan, tanpa melihat siapa lawannya. Tapi, semua pemain juga tau, apa arti partai ini bagi the Jakmania, suporter setia Macan Kemayoran. Mereka justru punya motivasi lebih untuk mempersembahkan sebuah kenangan indah untuk seluruh Keluarga Besar Persija. Bagi pemain baru, mereka juga penasaran ingin merasakan panasnya partai ini.

Hanya meninggalkan Ramdani Lestaluhu yang masih dalam tahap pemulihan serta Pa Sugianto Pelatih Kiper, Persija berangkat ke Bandung hari Kamis jam 9.30 pagi. Niatnya kita memang akan menjajaki kemungkinan latihan di Jalak Harupat sore harinya. Pertimbangan kenapa kita membawa pemain dalam jumlah banyak, karena jarak waktu dengan pertandingan berikutnya cukup dekat sehingga waktu tuk latihan bersama harus dimanfaatkan. Bayemi, Agu, Ismed dan Nasuha juga diberangkatkan, karena atas informasi dari Dokter Tim, mereka ada harapan sembuh total dan bisa tampil.

Tiba di Hotel pukul 13.00, seluruh anggota tim langsung berebut makan siang. Makanan di Hotel Saung Bilik memang paling istimewa. Selalu saja ada menu ekstra dari Pemilik Hotel untuk Tim Persija..... Nasi Liwet. Para Pemain memang udah ketagihan nasi liwet, makanya mereka ga mau kalo ga ada menu itu. Pemilik Hotel juga sangat ramah dan sabar menghadapi tingkah laku para pemain. Selain nasi liwet, ada juga sayur asem, ikan bakar bumbu kecap, tempe goreng, lalapan, sambel dan so pasti..... pete bakar. Kalo udah gini, siapa sih yg mau keluar hotel tuk wisata kuliner?

Kalo yg laen langsung tidur, gw sama Pak Satya Bagja berangkat lagi jam 2 ke kota Bandung, tepatnya di Lapangan Sidolik, Markas Persib tuk menghadiri Tehnikal Miting. Undangan sebetulnya jam 2 tapi jadi molor karena perjalanan dari Soreang ke Bandung makan waktu 1,5 jam. Dalam tehnikal miting Panpel sudah menegaskan kalo pengamanan Persija adalah wewenang mereka dan penggunaan rantis juga harus seizin pihak keamanan. Sebagai tamu, gw sih cuma nurut aje dan nyerahin sepenuhnya ke panpel. Sidolik adalah Markas Persib, tempat mes para Pemain Persib ISL maupun U21. Lengkap dengan fasilitas lapangan latihan. Namun seperti juga Ragunan, lapangan tsb sudah tidak layak sehingga Tim Persib memilih berlatih di Stadion Siliwangi. Di luar stadion banyak sekali toko yang menjual segala atribut Persib, sehingga suasana Sidolik memang selalu ramai oleh pendukung Persib. Yang gw heran, dari sekian banyak toko, kok ga ada yah yang jual Kaos Persija ...... ?

Persib memang tampil beda di putaran kedua. Hadirnya Matsunaga, seorang pelari cepat membuat mereka punya banyak alternatif di barisan depan. Tapi bukan RD namanya kalo tidak punya strategi jitu menghadapi mereka. Turun dengan formasi 4-2-3-1, Persija menampilkan Hendro Kartiko di bawah mistar. Ismed, Precious, Ambrizal dan Leo Saputra di barisan belakang, Tony dan Samsul gelandang bertahan, Ilham, Makor dan Greg di barisan gelandang serang, serta Sang Kapten Bepe sebagai striker tunggal. Tugas unik diperankan Tony, meski berposisi sebagai gelandang bertahan, tapi dia juga diminta khusus tuk memantau pergerakan Matsunaga, sehingga kadang Persija seperti terlihat bermain dengan 3 center back.

Persib memang banyak berinisiatif menyerang. Maklum ini adalah partai yang ingin dipersembahkan sebagai hadiah ulang tahun mereka. Namun Persija tampil tenang dan melancarkan serangan balik cepat serta sangat berbahaya. Beberapa kali barisan belakang mereka yang diperkuat Abanda seperti bingung menghalau serangan bergelombang dari Persija. Malam itu memang gw terpukau dengan mobilitas tinggi dari para pemain kita. Semua pemain boleh dibilang seperti mendapat tenaga tambahan sehingga mampu mengejar bola kemanapun. Terbukti Persija lebih mampu mengoptimalkan serangan. Lewat serangan cepat, Greg memberikan umpan cantik dari sisi kiri lawan.... Bepe coming from behind.... GOoool. Beberapa menit kemudian, lewat pressing ketat Makor, Ilham mendapat peluang emas, sayang Abanda cepat melakukan sliding sehingga tembakannya terhalang. Greg yang sebetulnya hari itu tidak dalam kondisi fit, malah rajin ngobrak ngabrik dengan sering tukar posisi sama Ilham. Dari sisi kanan lawan Greg memberikan umpan matang, seharusnya Bepe cepat memberikan pada ILham yang berdiri lebih bebas. Namun bola cepat direbut lawan. Tapi gol memang tinggal tunggu waktu. Lagi-lagi Ilham yg bergerak cepat dan memberikan umpan terukur yang diblok Markus, namun Makor datang dari belakang langsung tembak...... GOooool.

Kelemahan Persib adalah, mereka terlalu terburu nafsu tuk melakukan serangan. Pemain belakang selalu saja langsung memberikan umpan lambung ke depan. Padahal Persija punya Ambrizal dan Precious yang berpostur tinggi. Masuknya Eka Ramdani membuat permainan Persib berubah. Permainan dari kaki ke kaki dan lebih mengoptimalkan kinerja gelandang membuat Persib bermain lebih hidup. Tapi gol pertama Persib bukan karena kelebihan tsb, namun lebih karena aksi diving pemain asing mereka. Dalam tayangan ulang jelas terlihat kalau pemain kita tidak menyentuh kakinya. Penalti diambil Matsunaga ... dan gol balasan tercipta disambut gemuruh penonton.

Merasa mendapat angin, Persib terus melakukan tekanan. Apalagi wasit dari Malaysia mulai sering melakukan keputusan yg merugikan Persija. Tapi semua dijawab oleh perjuangan gigih dari pemain2 Persija. Lihat bagaimana Greg sampai mengucurkan darah dari kepalanya akibat terkena sikutan lawan. Persib juga bermain lebih keras. Sliding 2 kaki yg dilakukan Haryono pada Syamsul hanya berbuah tendangan bebas. Dorongan Abanda pada Greg juga tidak digubris oleh wasit. Persija tetap memiliki beberapa peluang. Greg sempat 2x tinggal berhadapan dengan kiper. Akhirnya Bepe kembali cetak gol. Terjadi salah pengertian di barisan pertahanan Persib sehingga Bepe begitu bebas melakukan tendangan keras. Persija tetap menjaga ritme permainan. Agus Indra masuk menggantikan Ilham yang cedera terkena takel Haryono. Ismed yang sepertinya belum pulih total dari cederanya juga diganti oleh Amarzukih. Persib membalas lewat kemelut di kotak penalti melalui Abanda. Tapi gol itu hanya sebagai hiburan.... Persija tetap berhak keluar sebagai pemenang.

Peluit panjang berbunyi disambut teriakan girang dari seluruh punggawa Persija. Meski didera hujan botol plastik & kaca serta segala macam jajanan (sayang ga ada yg bisa dimakan), kita tetap merangsek ke tengah lapangan tuk menyambut seluruh pemain. Bepe sempet bilang ke gw ..... INI BARU PERSIJA BUNG!. Hampir seluruh tribun disana terjadi pembakaran. Water Canon hanya mampu menghalau satu sektor sedang sektor lainnya terus melakukan pembakaran. Anehnya, di sekitar ruang ganti sudah menunggu puluhan orang yg menggunakan kostum Viking dan Bonek untuk minta tanda tangan dan foto para pemain Persija. Seorang Vikers yang menggunakan kursi roda gw ijinin tuk masuk kamar ganti biar puas2in foto bareng pemain. Tidak semua memang barbar. Di tribun VIP, kurang lebih 30 orang berpakaian biru memberikan applaus ketika tim Persija memasuki lapangan. Sekitar jam 10 malam kita baru dievakuasi keluar stadion dengan 3 kendaraan rantis. Setelah makan dan mandi di Hotel Saung Bilik, Tim kembali naek rantis menuju jalan tol dimana Bis Persija sudah menunggu disana.

Salut tuk Panpel dan Kepolisian. Waktu baru nyampe, keluar dari tol Kopo, disana sudah nunggu panpel dan puluhan polisi. Mereka langsung memberikan pengawalan ketat menuju penginapan. Di setiap gang yang dilalui sudah berdiri Polisi sehingga bis Persija lewat tanpa kendala apapun. Saat coba lapangan, lagi-lagi polisi sudah siaga. Selain penjagaan di tiap gang, di tribun stadion juga dipenuhi polisi sehingga suporter Persib yang hadir tidak bisa berbuat apapun. Berangkat dari hotel, gw juga minta kendaraan Rantis tuk mengangkut tim. Panpel sigap dan melihat kondisi memang kurang kondusif, mereka langsung menyiapkan 3 rantis. Iring-iringan terdiri dari sedan polisi terdepan, diikuti bis yang mengangkut perlengkapan Persija dan 4 orang official Persija, baru 3 rantis, dan terakhir sedan polisi. Namun pengawalan ketat ini tetap mendapat perlakuan barbar dari bobotoh. Bis hancur seluruh kacanya. Mansur, Eko, Umar dan Udin mengalami luka-luka ringan pada tangannya terkena lemparan batu dan pecahan kaca. Pak Eko sempat turun dari bis mengejar pelaku, namun karena jumlah bobotoh yang jauh lebih besar akhirnya polisi mempercepat jalannya iring-iringan. Rantis yang ditumpangi Coach RD juga mengalami pecah kaca belakang akibat dihantam batu besar dan runcing. Tapi gw pikir, justru perlakuan barbar inilah yg membakar emosi pemain dan ditumpahkan di lapangan. Trima kasih ya bobotoh.......

Persija tak pernah sendiri. Jak Bandung menyambut kehadiran Tim Persija di Saung BIlik. Rombongan yang dipimpin Ketua Jak Bandung.. Ale, datang sekitar 7 orang. Sebagian dari mereka berniat tuk hadir di Stadion Jalak Harupat. Mereka juga jadi kelompok yang paling sibuk menampung orang oren dari Jakarta. Denny Kelapa Gading, Tirta & Uban Manggarai, QQ Oren Raya Bogor serta beberapa yang lainnya juga hadir disana. Belum lagi oren outsider dari Purwakarta dan Karawang yang menyusup diantara suporter mereka. Pulangnya, sudah menunggu ratusan orang oren di pintu keluar tol Tanjung Barat. Jakonline, Ultras, Tiger Bois, Orange Street Boys, Barabravas dan Biang Kerok Kemayoran memang langganan penyambutan Persija sepulang dari Bandung. Kali ini masih ditambah dari Jakantor Community, Pondok Gede dan Korlap yang dipimpin langsung oleh Ayah Rico. Suasana sungguh bikin merinding dan terharu. Sambutan lewat nyanyian, red flare, kibaran bendera besar, derungan motor dan klakson betul-betul serasa sudah jadi juara. Moga ini bisa jadi pelecut tim tuk berbuat lebih baik lagi untuk para Persija Lovers tsb... trima kasih semua.

Jendri Pitoy sudah terlanjur jatuh cinta dengan Persija. Keinginan kuat tuk bergabung membuat dia melakukan berbagai upaya tuk bisa bergabung dengan Pelatih yang pernah membuat dia merasakan gelar juara ISL. Nilai transfer yang diminta Perseman akhirnya disanggupi akan dibayar sendiri oleh Jandry Pitoy. Persija sudah mendaftarkan Jandri ke BLI dan surat keluar dari Perseman juga sudah kita terima. Sabtu ini, gw akan melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan Manajemen Perseman mengenai mekanisme pembayaran. Senin lusa, seluruh persyaratan pendaftaran akan kita kirim ke BLI tuk melengkapi pendaftaran. Masuknya Jandri membuat Persija sementara ini punya 4 kiper. Tapi Andritany sebentar lagi juga akan kembali bergabung dengan Timnas U23 tuk melakukan TC panjang di Austria.

Partai melawan De Jong Indo Belanda dibatalkan. Pihak penyelenggara sudah mengirim fax ke kantor Persija Jumat kemarin. Batalnya kegiatan ini disebabkan Giovanni van Bronchost berhalangan hadir sehingga diputuskan seluruh anggota tim pulang dipercepat menuju Hollan. Batalnya partai ini dimanfaatkan Persija tuk meliburkan seluruh pemainnya. Minggu pagi jam 6.40 Persija sudah berangkat lagi menuju Semarang dengan menggunakan pesawat Lion Air. Kali ini Persija terpaksa menginap di Kudus karena hotel di Jepara sudah penuh semua. Makor dan Ambrizal yang terkena akumulasi kartu tidak akan diberangkatkan. Mereka diharapkan melakukan latian sendiri.


sumber : catatan bung Ferry facebook

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Lainnya