Kamis, 17 Maret 2011

Selamat Datang Perdamaian Suporter Indonesia


Pasoepati Sudah Saatnya Tidak Menganut Faham Blok Suporter.

Pada era Arseto, Solo – Yogya sudah ada friksi, namun masih biasa terjadi saling kunjung suporter pada laga tandang. Sampai akhirnya terjadi peristiwa ketika puluhan ribu pasoepati nglurug ke yogya yang menyebabkan suporter tuan rumah tidak kebagian tempat duduk.

“Merasa terusir” dari rumah sendiri, BM melakukan aksi serangan dari luar stadion, dan pertandinganpun tidak dapat dilanjutkan karena pasoepati meski turun ke lapangan untuk menyelamatkan diri.

Pasoepati adalah suporter pertama yang berani masuk ke Tambaksari (Kandangnya Bonek). Hasil seri 2-2 membuat bonek kecewa atas performa tim-nya dan menjadikan pasoepati sebagai luapan kekecewaan sehingga meski tertahan di lapangan beberapa saat meski kedatangannya mendapat sambutan hangat.

Hingga akhirnya terjadi peristiwa sungguh tragis di final divisi I yang menyebabkan permusuhan bonek-pasoepati berkepanjangan. Atas berkat rohmat Alloh, perbaikan hubungan pasoepati – bonek sudah dimulai.

Insiden Manahan, ketika panser biru harus tertahan sekian lama di stadion adalah titik balik hubungan pasoepati-panser biru menjadi permusuhan berkepanjangan. Alhamdulillah sekarang sudah bisa membaik.

Pasoepati – Viking adalah permusuhan ikutan, bukan karena terjadinya gesekan antara pasopeati – viking secara langsung. Kesekawanan Viking – BM – Bonek menciptakan poros permusuhan dengan pasoepati yang sering diidentifikasi memiliki kesekawanan dengan the jack (seteru viking) dan aremania (seteru bonek).

Atas nama perbaikan prestasi sepak bola Indonesia, suporter bisa mengambil peran strategisnya dengan menciptakan perdamaian di sepak bola. Kreatifitas DPP dari setiap kelompok suporter untuk melakukan konsolidasi antar suporter dan melakukan pembinaan nir kekerasan pada anggota-anggotanya adalah unsur utama untuk mencipta perdamaian antar suporter.

Pasoepati sebagai kelompok suporter yang rajin melakukan tour untuk mendukung tim-nya dapat menjadi inisiator pembaharuan suporter. Yaitu, dengan mengembangkan sikap bijak dalam merespon setiap gesekan. Pasoepati tidak akan dikatakan BANCI apabila memiliki visi yang jelas untuk menebar anti-anarkisme, meskipun tidak meladeni setiap bentrokan yang diterimanya dari suporter lain.

Sebaliknya, Pasoepati akan semakin besar namanya….REVOLUSI MEMANG MEMBUTUHKAN PIHAK – PIHAK YANG RELA MENJADI BAMPER UNTUK MENGAWALI DAN MENGAWALNYA…

sumber :pasoepati.net

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Lainnya