Rabu, 04 Mei 2011

Rivalitas Tapi Mengenal Kompromi

Rivalitas pertemuan Persib Bandung dengan Persija Jakarta selalu menghadirkan kisah seru baik di dalam maupun di luar lapangan. Big match Liga Indonesia yang selalu menekankan perang urat syaraf dalam menentukan siapa yang terbaik di antara kedua tim selalu mewarnai laga yang pantas disebut derby D’Indonesia ini.

Kisah yang sangat menarik ialah bagaimana seorang pelatih asing asal Moldova, Arcan Iurie Anatolievici yang mendapatkan hati para pendukung kedua tim. Persija pernah menggunakan jasa Iurie pada 2005. Sebagai pelatih dengan status pendatang baru, Iurie berhasil membawa Macan Kemayoran, julukan Persija ke final Divisi Utama Liga Indonesia.

Pada tahun yang sama, suami dari Santi Sucihati yang notabene wanita priangan itu turut mengantarkan Bambang Pamungkas cs menjadi runner up setelah ditaklukan Arema Malang. Di musim 2007, Iurie mulai berlabuh di Maung Bandung menggantikan Risnandar kala itu. Pada musim selanjutnya Iurie membawa Persib duduk di peringkat kelima di akhir musim.

Soal perebutan juara Liga Indonesia, Persija unggul karena beberapa kali masuk final mesik status titel Juara sama dengan Persib, yakni satu kali. Persib terakhir kali menjadi juara di tahun 1994 dan Persija tiga tahun kemudian.

Kejayaan kedua tim dalam beberapa musim juga masih kalah bila dibandingkan dengan Persipura Jayapura atau Sriwijaya FC. Uniknya, kedua tim ini bisa dikatakan cukup sering “tukar kostum”. Tercatat beberapa pemain berpindah dari status pemain Persija dan berkostum Persib begitu pun sebaliknya.

Sebut saja Antonio Claudio, Charis Yulianto, Marwal Iskandar, Imran Nahumarury, Nuralim, Andi Supendi, Lorenzo Cabanas, Sonny Kurniawan, Budi Sudarsono, Atep dan Baihaki Kaizan. Terakhir, Abanda Herman yang kini mengenakan nomor punggung 6 milik sang legenda hidup Persib, Robby Darwis.

Berganti kostum dari orange menjadi biru atau sebaliknya seolah lumrah. Padahal, bagi dua tim yang mempunyai rivalitas tinggi haram hukumnya memberikan pemain bersangkutan pada tim yang notabenya merupakan klub rival mereka. Salah satunya ditunjukan lewat Manchester United dan Liverpool di Liga Inggris. Tradisi untuk tidak pindah pada klub yang berseteru itu sudah bertahan lebih dari tiga dekade!

Terakhir, Fernando Torres menyatakan kepindahannya ke Chelsea lantaran tidak ingin dibenci Liverpudlian, sebutan pendukung Liverpool. Diakui pemain Spanyol itu, The Red Devils menawarkan kontrak yang sangat besar semenjak dirinya berkostum Liverpool.

Inilah bukti sebuah klub yang menjaga rivalitasnya dengan tidak memberikan mantan anak asuhnya untuk memberikannya pada klub rival mereka, meskipun secara materil lebih besar. Meski demikian sistem kontrak pemain di Liga Indonesia belum mengenal yang namanya kontrak jangka panjang atau transfer pemain. Karena hampir semua klub di Indonesia masih menerapkan sistem kontrak per musim saja.

Beberapa pemain yang pernah tercatat meninggalkan kostum biru menjadi oranye diantaranya Budiman Yunus, Erick Setiawan dan Harry Salisburi. Tawaran yang menggiurkan jadi jawaban mengapa pertukaran kostum di antara dua tim kerap terjadi. Seolah melupakan rivalitas klub, kecocokan materi dari manajemen atau pemain tidak berarti apa-apa dan bukan sesuatu yang begitu penting.

Bila melirik jauh ke belakang tentang sejarah kedua tim ini, sebenarnya Persib dan Persija tidak memiliki sejarah rivalitas yang cukup panjang. Sejak jaman perserikatan, Maung Bandung rivalitas dengan tim-tim besar lainnya seperti PSMS Medan, PSM Makasar dan bahkan Persebaya Surabaya. Dilihat dari segi usia Persija lebih tua dan lebih dahulu berdiri di tahun 1928 sedangkan Persib lima tahun kemudian baru berdiri.

Lantas, apakah yang menjadi rivalitas sesungguhnya antara Persib dan Persija? Fakta yang terjadi di luar lapangan lahir sejak kehadiran dua pendukung fanatik, yakni Viking Persib Club dan The Jakmania sekitar tahun 2000.

Rivalitas yang mengenal kompromi antara kedua tim sudah sering terjadi, meski sinyalemen perdamaian antara kedua supporter urung terwujud. Tapi, bisa dipastikan kedua tim akan saling ngotot untuk menjadi pemenang dari pertemuan kesekian kalinya.

Baik Persib maupun Persija merupakan duel panas yang tidak mengenal kata menyerah. Buktinya, kedua tim berusaha untuk saling mengalahkan meski bermain di Bandung atau di Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Lainnya