Jumat, 27 Mei 2011

Persija Bermarkas di Solo Sampai Akhir Musim

Pecinta Persija Jakarta tidak akan bisa menyaksikan tim kebanggannya berlaga di "rumah" sendiri sampai musim ini berakhir. Ini setelah pihak kepolisian tidak memberikan ijin bagi Bambang Pamungkas dkk untuk bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Alasannya, di laga - laga sebelumnya, pendukung tim berjuluk Macan Kamayoran itu dianggap susah dikendalikan dan kerap berbuat rusuh.

Sebagai ganti, manajemen Macan Kemayoran memutuskan terus berkandang di Stadion Manahan Solo. Di dua laga home terakhir Persija juga bermain di Solo karena kawasan Senayan harus steril terkait pelaksanaan KTT ASEAN.

"Informasi yang saya terima dari Panpel pihak kepolisian tidak memberi ijin main di GBK. Alasannya adalah beberapa kalai kejadian rusuh yang dilakukan sebagian suporter," kata Ferry Indrasjarief, sekretaris tim Persija kepada Koran ini kemarin. Di paruh kedua Indonesia Supe League (ISL) musim ini Persija masih memiliki tiga partai kandang. Yaitu menjamu Semen Padang (2/6), Pelita Jaya (5/6), dan PSPS Pekanbaru (19/6).

Pihak kepolisian sebenarnya memperbolahkan Persija tetap main di SUGBK. Tapi syaratnya harus tanpa penonton. Secara ekonomis itu merugikan bagi Persija. Sebab, panpel tidak mendapat pemasukan dari tiket sedangkan pengeluaran pasti besar. Untuk sewa stadion saja, sekali pertanndingan Persija harus mengeluarkan uang sekitar Rp 300 juta. Di pertandingan normal, untuk fee pihak keamanan Persija mengeluarkan biasa Rp 70- Rp 90 juta.

Menurut Ferry, bermain di Solo bukan masalah besar bagi Persija. Sebab di Kota Bengawan itu Bambang Pamungkas dkk punya suporter cukup banyak. Panpel bahkan bisa meraup keuntungan sekitar Rp 30 juta jika main di Manahan. "Sewa Stadion Manahan juga jauh lebih murah. Animo masyarakat Solo untuk menyaksikan pertandingan tinggi. ITu menguntungkan bagi kami," beber Ferry.

Sementara itu, Richard Ahmad, sekjen Jakmania, suporter Persija, menyatakan Jakmania tetap akan berusaha memberikan dukungan all out kepada tim meski harus ngluruk ke Solo. Dalam setiap pertandingan, lebih dari 1000 Jakmania selalu menyerbu Solo untuk membri dukungan
sumber : Bolaindo.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Lainnya