Rabu, 15 Juni 2011

Beradu Surplus Gol

Pertandingan terakhir Persija Jakarta di kandangnya sendiri diprediksi bakal berjalan sengit. Bukan karena siapa lawan yang akan dihadapi, namun tim berjuluk Macan Kemayoran itu butuh banyak surplus gol untuk mengamankan posisinya sebagai runner up Indonesia Super League (DISL) 2010/2011.

Menyisakan satu laga menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Persija punya kans besar mempertahankan posisi runner up. Sebaliknya, tekanan menerpa kubu Arema yang harus membabat habis poin di dua laga yang sisa, yakni menjamu Persisam Samarinda dan Bontang FC.

Tidak cukup hanya menang, tim Singo Edan juga harus mencetak banyak gol agar bisa melewati raihan gol Persija. Persija kini mempunyai rekor memasukkan 49 dan kemasukan 28, sedangkan Arema 42 dan 25. Artinya ada perbedaan empat gol antara keduanya. Praktis, satu gol akan sangat bernilai sebagai kunci perebutan posisi kedua. Pelatih Persija Rahmad Darmawan mengaku, tidak ambil pusing dengan persaingan ini.

“ Yang paling kami pikirkan adalah bagaimana semua pemain fokus dan konsentrasi di pertandingan melawan PSPS. Saya sudah instruksikan kepada pemain agar jangan memikirkan laga lain,” jelas Rahmad Darmawan kepada Indopos kemarin. Pihaknya berharap lawan-lawan Arema nanti fair dan bermain serius layaknya pertandingan penting. Persija, sambungnya, saat ini dalam keadaan on fire. RD-sapaan akrab Rahmad Darmawan, hanya tinggal memeriksa Oliver Makor terkait dengan data kartu kuning.

“Jika Makor hanya baru mengoleksi satu kartu kuning, maka kami dipastikan akan tampil dengan kekuatan penuh,” jelas pria yang juga anggota militer itu. Kecemasan Arema kini bermuara pada runcing-tidaknya lini depan karena Noh Alam Shah dan Muhammad Ridhuan masih diragukan fit. Juga grafik Persisam yang tengah menanjak setelah meremukkan Persiwa Wamena 5-2 sebelum lawatan ke Malang.

“Benar, Persija memberikan tekanan untuk Arema. Jika kita berasumsi Persija menang di pertandingan terakhir, maka kita harus cetak banyak gol. Kita akan berusaha sebaik mungkin,” ungkap Manager- Coach Arema Miroslav Janu. Sisi positifnya, Yongki Ariwibowo telah menunjukkan jati dirinya sebagai juru gedor dengan golnya di kandang Persijap Jepara.

Roman Chmelo juga sudah bisa dimainkan seusai terkena sanksi larangan bertanding karena akumulasi kartu kuning. Lebih penting lagi, Arema telah diambil alih Grup Bakrie yang berarti krisis finansial musim ini telah terselesaikan. Berita menarik ini mungkin sangat berpengaruh pada penampilan pemain sehingga mampu mencetak banyak gol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Lainnya