Kamis, 24 Februari 2011

Rahmat Darmawan tenang genjot pemain


Persija Jakarta baru akan bertanding melawan Persiba Balikpapan, 13 Maret mendatang. Tim berjuluk Macan kemayoran itu memiliki waktu tiga minggu jelang melakoni pertandingan perdana putaran II Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 mendatang. Jeda yang panjang ini ternyata ditanggapi positif oleh pelatih Persija Rahmad Darmawan.

“Saya lebih tenang dan memiliki waktu banyak lagi dalam mempersiapkan tim,” jelas RD-sapaan akrab Rahmad Darmawan kepada INDOPOS kemarin. Pria yang juga mantan kapten tim Persija Jakarta itu memiliki waktu untuk menambah agenda dan program latihan Persija untuk merealisasikan targetnya menjadi jawara.

“Dalam program saya, minimal kami bisa melewati satu program uji coba dan maksimal dua program uji coba,” jelas mantan asisten pelatih Persikota Tangerang itu. Persija rencananya akan berangkat ke Lampung, besok. RD rencananya akan membawa seluruh pemainnya ke tanah kelahirannya itu.

Seperti diketahui, Persija mendapatkan undangan dari Persilamtim Lampung Timur di Lampung, 26 Februari nanti. Yang terpenting, selain mendapatkan lawan uji coba, kekeluargaan antarpemain juga semakin hangat dengan adanya program uji coba ke luar kota ini. “ Ada refreshing-nya juga,” jelas anggota militer itu.

Kiper Persija yang anyar Jendry Pitoy akhirnya dipastikan sudah ada di Jakarta. Kiper yang saat ini masih berstatus kiper Perseman Manokwari itu kata RD-sudah ada di Mess Persija, Jakarta, Ragunan Jakarta.

“Jendry sudah ada di Mess, dia baru datang. Tapi belum menandatangani kontrak, mungkin besok pagi (pagi ini, Red) mulai latihan,” kata RD. M

antan kiper Persipura Jayapura itu berhasil mencapai puncak dalam karir profesionalnya dengan mendapatkan gelar juara Liga Indonesia tahun 2005 dan Djarum Indonesia Super League (DISL) tahun 2008 yang begitu didambakan seluruh publik pecinta sepak bola Indonesia. Api gelar juara yang pernah ia dapatkan itu itu bukannya berjalan cukup mulus.

Jendry Pitoy sempat mengalami awal yang buruk bersama Persipura Jayapura. Keterlambatannya mengantisipasi serangan lawan sempat membuat publik Papua membencinya saat itu. Namun Jendri mencoba meresponnya dengan penampilan di lapangan. Bahkan sejak saat itu Jendri hanya kemasukan sedikit gol. Saat pertandingan final menghadapi Macan Kemayoran di Jakarta, dia berhasil membuat dua kali penyelamatan gemilang

sumber : bolaindo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Lainnya