Senin, 01 Agustus 2011

Persija Maksimalkan Penjualan Merchandise


Peran sponspor akan sangat menentukan bagi perjalanan Persija Jakarta pada musim depan. Pasalnya, Pasalnya, pemeritah telah melarang penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) bagi pendanaan klub profesional. Seperti apa tanggapan ketua umum baru Persija, Ferry Paulus?

"Untuk sponsor, tidak mungkin didapat dalam waktu singkat. Ini perlu diramu dan dipersiapkan dalam jangka waktu yang cukup panjang," kata Ferry saat dihubungi VIVAnews, Minggu, 31 Juli 2011.

"Untuk sementara kami coba cari pemasukan dari penjualan merchandise sembari mencari sponsor," lanjut mantan pengurus exco PSSI era Nurdin Halid itu.

Berstatus sebagai klub plat merah, Persija selalu mengandalkan APBD sebagai sumber pendanaan timnya. Musim lalu saja, Macan Kemayoran mendapat kucuran dana dari Pemerinta Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebesar Rp22 miliar.

Musim depan, Persija kemungkinan besar tak lagi mendapat kucuran dari APBD. Pasalnya pemerintah telah resmi melarang penggunaan uang rakyat bagi pendanaan klub-klub sepakbola profesional, termasuk Macan Kemayoran.

"Kami akan memaksimalkan status Persija sebagai klub profesional terlebih dahulu. Selanjutnya mungkin lewat merchandise kita bisa memperoleh pemasukan,” beber Ferry yang baru terpilih, Minggu, 30 Juli 2011.

Ferry terpilih sebagai ketum baru Persija lewat Rapat Umum Anggota (RUA) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta. Ferry meraih terbanyak, yakni 14 suara mengalahkan rival yakni calon incumbent, Toni Tobias yang hanya mengantongi 6 suara. Sedangkan calon lainnya, Benny Erwin hanya kebagian satu suara.
sumber : bolaindo.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Lainnya