Senin, 08 Agustus 2011

Macan Kemayoran Benahi Izin Laga Kandang

Sejak bergulirnya Indonesia Super League (ISL) pada musim 2008/2009 Persija Jakarta sering terusir dari Ibu Kota. Persoalan izin pertandingan terkait keamanan dan stadion adalah penyebabnya. Persija pun ingin berbenah musim depan.

Ya,di bawah komando Ketua Umum (Ketum) Ferry Paulus,klub berjuluk Macan Kemayoran ini mencoba meminimalisasi masalah yang selalu mendera Persija. Terusir dari Jakarta dan harus menjalani laga kandang di luar Ibu Kota memang sudah menjadi tradisi.

Namun,sekarang Persija tak ingin hal itu terulang.Ferry yang pekan lalu terpilih menjadi suksesor Toni Tobias ingin membenahi dengan menyiapkan solusi agar masalah-masalah itu tak terulang. Mantan Eksekutif Komite (Exco) PSSI pada rezim Nurdin Halid itu menyatakan, sudah melakukan proses komunikasi dengan pengelola Gelora Bung Karno (GBK).

Menurut Ferry,manajemen Persija akan memermanenkan pemakaian Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). ”Kami tidak mau lagi Persija mengalami ketidakpastian saat ingin bertanding.Saat ini yang sudah dilakukan dengan pihak GBK,saya sudah membangun komunikasi. Dan secara lisan,kami sudah mendapatkan persetujuan bisa menggunakan GBK,”kata Ferry kepada HATTRICK,kemarin.

Lantas,sejauh mana proses pembicaraan yang sudah dibangun? Ferry mengaku sudah merancang beberapa kesepakatan. Manajemen Persija akan membangun beberapa kemungkinan jalinan kerja sama dengan pengelola GBK.

”Komunikasi sendiri sudah berjalan. Kami sudah berbicara,apakah nanti proses penyewaannya dikontrak atau menjalin suatu kesepakatan dengan kerja sama selama tiga tahun ke depan.Sekarang mungkin yang akan diproses kembali tentang formulasi pembayarannya,”lanjut pemilik SSB Villa 2000 ini.

Semua yang dikatakan Ferry juga dibenarkan oleh Direktur Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Gelora Bung Karno,Mahfudin Nigara.Dalam percakapannya dengan wartawan di areal GBK,Nigara mengatakan bahwa pengurus baru Persija sudah melakukan proses komunikasi.

”Sudah ada komunikasi dengan mereka (Persija).Pengurus Persija sudah mengontak kami dan menjalani proses komunikasi soal penggunaan SUGBK untuk klub itu musim mendatang,”tutur Nigara, beberapa waktu lalu. Pengurus baru Persija selain terkendala masalah stadion,keamanan juga menjadi aspek yang harus dipikirkan.

Sebab,klub kebanggaan kelompok suporter Jakmania ini sering bermasalah dengan izin yang tak keluar karena alasan keamanan. Tindakan segelintir oknum yang mengatasnamakan Jakmania,yang membuat kericuhan saat laga Persija, menjadi penyebabnya.


Untuk itu,Ferry juga terus melakukan pembicaraan intensif dengan jajaran pengurus Jakmania.Semua dilakukan untuk mencari solusi terkait masalah tindakan negatif dari beberapa oknum suporter Persija.

”Kami terus menjalin konsolidasi internal dengan Jakmania.Kami sebagai pengurus akan bersama mereka memikirkan untuk membuat suasana yang kondusif.Ini semua untuk menjalin ketertiban dan keamanan.Tidak bisa main di kandang karena faktor keamanan,kami berupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut,”tandas Ferry
sumber : Bolaindo.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Lainnya