Kamis, 03 November 2011

Sampai Kapan Permusuhan Ini Berakhir?


Kita pasti pernah liat perseteruan antara Pengurus-pengurus sepakbola Indonesia dengan Pengurus lainnya. Tetapi kita tak membicarakan itu, karena kita tak mungkin bisa memikirkan itu terlalu jauh. Lalu apa yang akan kita bahas? Yups, perseteruan antar sporter yang selalu memakan korban dan merugikan orang banyak yaitu perseteruan antara sporter The Jakmania pendukung dari Persija Jakarta dengan Viking pendukung dari Persib Bandung.

Perseteruan antar sporter ini sudah lama terjadi mulai dari tahun 2000 yang disebabkan dari hal sepele menjadi hal yang membesar dan membuat permusuhan ini menjadi abadisampe sekarang. Mungkin dalam hati kita bertanya-tanya “Sampai kapan permusuhan ataupun perseteruhan ini selesai dengan damai?,” kalau menurut saya sebagai penulis, itu tergantung dari diri kita masing-masing yang bisa menyikapinya. Apakah kita bisa menyikapinya dengan jiwa Nasionalisme atau apakah kita menyikapinya dengan Emosional demi kepentingan pribadi.

Kalau menurut saya sebagai penulis, saya cukup bangga dengan pengurus-pengurus pusat The Jakmania maupun anggota-anggota The Jakmania pendukung dari Persija Jakarta. Kenapa ? Karena menurut saya pribadi The Jakmania lebih mementingkan Jiwa Nasionalisme dibanding Jiwa Emosional. Berbagai upaya telah dilakukannya untuk mencapai perdamaian. Yaa.. memang tak semua anggota-anggota The Jakmania berjiwa Nasionalisme, tapi Dari yang saya perhatikan di Stadion saat Persija Jakarta bertanding saya tak pernah lagi mendengar lagu-lagu rasis yang menjelek-jelekin sporter lain. Dan saya juga pernah melihat seorang anak The Jak yang membantu seorang bapak yang menggunakan kostum atribut Sporter Persib Bandung saat memperbaiki sepeda motornya yang lagi rusak di Jalan Raya Kota Jakarta.

Tapi mengapa sebaliknya saat saya melihat dan mendengar kabar bahwa ada seorang anak yang memakai baju Persija Jakarta di kota Bandung malah dipukuli sampai cedera total yang mengakibatkan anak tersebut menjadi cacat. Dan ada juga kendaraan-kendaraan yang berplat “B” dihancurkan, serta beberapa hal lagi yang membuat rugi orang banyak. Jika mereka mempunyai jiwa Nasionalisme maka mereka seharusnya tak berbuat anarki sperti itu. “Apakah kalian tak malu?” dan “Apakah kalian mau seperti ini terus?”. Mana Jiwa Nasionalisme-Mu wahai Viking.

Saya yakin jika kau (Viking) mau mengibarkan bendera perdamaian maka The Jakmania siap untuk berdamai dan berjabat tangan dengan Viking dalam suasana Nasionalisme pada Sepakbola kita. Janganlah kau malu untuk kita berdamai…!!! Dan ayolah kita berdamai dengan rasa cinta tanah air negeri Indonesia ini. Karena jika kau tak mau berdamai maka janganlah sebut dirimu anak bangsa Indonesia. Ingatlah Nasionalisme serta sejarah-sejarah Negara Republik Indonesia.

Kita seharusnya malu dong sama Pahlawan-pahlawan Indonesia yang sudah berjuang untuk mempersatukan bangsa Indonesia dan mengusir penjajah dari Negara ini!.






sumber : Dendy Mitaprayogi (Mahasiswa Universitas Gunadarma)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Lainnya