Selasa, 31 Januari 2012

Rotterdam vs Amsterdam, selalu menarik !!

Banyak pendukung Feyenoord bertemu di latihan terakhir sebelum pertandingan melawan Ajax.Seperti biasa mereka terinspirasi pemain mereka dengan flare dan asap.

(Sekali lagi tidak ada penggemar pergi diperbolehkan ketika kedua klub bertemu)



sumber : http://ultras-tifo.net

Kamis, 26 Januari 2012

Persija Ingin Jaga Rekor di Bandung


Persija Jakarta akan bertandang ke kandang musuh bebuyutannya, Persib Bandung, Minggu, 29 Januari 2012. Dalam duel ini, Macan Kemayoran bertekad untuk melanjutkan tren positif yang selama ini mampu diraih di markas Maung Bandung.

Pertandingan Persija vs Persib bakal menjadi laga terpanas pada bulan ini. Sejarah pertemuan kedua tim dan rivalitasi kedua suporter--The Jakmania dan Viking--menjadi bumbu penyedap dalam laga yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat nanti.

Bagi Pelatih Persija, Iwan Setiawan, duel ini akan menjadi tantangan tersendiri. Maklum, Persija memiliki track record yang cukup baik bila bertandang ke Bandung. Meski dalam tekanan, Persija kerap memetik poin penuh di markas Maung.

"Persija memiliki tradisi menang di kandang Persib. Sekarang saya di Persija. Ini yang membuat saya tertantang untuk membuktikan saya bisa melanjutkan tradisi itu," ujar Iwan Setiawan di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Rabu 25 Januari 2012.

Sukses meraih dua kemenangan beruntun telah membangkitkan kepercayaan diri Persija dalam menghadapi duel ini. Aroma kemenangan yang didapat dari kandang PSPS Pekanbaru dan Pelita Jaya akan coba dipelihara saat bertandang ke markas Persib.

"Kondisi fisik dan emosi anak-anak juga sedang bagus. Kemenangan dua pertandingan sebelumnya menjadi modal kami menghadapi Persib," kata mantan pelatih PSMS itu.

"Di samping itu, Persija dalam sejarahnya selalu menang di Bandung. Itu sebetulnya beban bagi kami. Tapi saya harap beban ini menjadi energi positif untuk mempertahankan tradisi."

Sejauh ini, Persija memang masih memiliki catatan gemilang bila bertandang ke markas Persiba. Setidaknya, dari tiga musim Liga Super yang sudah dilewati, Persija sudah dua kali menang di kandang Persib. Sedangkan satu laga lainnya berakhir imbang.

Meski demikian Iwan tidak ingin terlena melihat catatan yang sudah ditorehkan Persija selama ini. Sebaliknya, Iwan justru waspada mengingat Persib juga tak ingin kehilangan muka di depan para pendukungnya. Persib semakin bergairah setelah di laga terakhir lawan PSPS berhasil menang dengan skor 2-1.

"Persib mungkin sedang berusaha untuk bangkit. Mereka sempat kalah dua kali, lalu menang tipis. Itu yang harus diwaspadai Persija. Apalagi secara materi tim, kami tahu Persib lebih diunggulkan," kata Iwan menanggapi soal kekuatan Persib.

Head to Head Tiga Musim Terakhir
Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011
Persib vs Persija: 2-3
Persija vs Persib : 3-0

Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 :
Persib 0-0 Persija
Persija 2-2 Persib

Liga Super Indonesia (ISL) 2008/2009
Persija 1-2 Persib
Persib 2-3 Persija


sumber : bolaindo.com

Selasa, 24 Januari 2012

PERSIJA Tundukkan Pelita Jaya FC, 2-0


Tandukan Pedro Javier di menit ke-56 mengukuhkan kemenangan Persija atas Pelita Jaya FC. Umpan lambung dari sepak pojok dikonversinya menjadi gol sekaligus membawa kemenangan 2-0 Persija atas Pelita Jaya FC.

Sebelum itu, gol sundulan Fabiano Beltrame di menit ke-4 membuka kemengan Persija dan skuat besutan Iwan Setiawan aman sampai babak pertama dari lawannya Pelita Jaya FC. Skor 0-1 tak berubah sampai babak pertama pertandingan lanjutan Indonesia Super League 2011/2012 yang dihelat di Stadion Manahan Solo itu, Senin (23/1) sore.

Fabiano menyeploskan bola ke gawang I Made Kadek Wardana berkat umpan buah free kick dari lini kanan yang dieksekusi Octavianus.

Sebagai informasi, Pelita sebagai tuan rumah dalam laga itu. Alasan keamanan membuat Panpel memilih Stadion Manahan sebagai ganti Stadion Karawang untuk melanjutkan kompetisi ISL.

Susunan pemain
Pelita Jaya FC: I Made Kadek Wardana (kiper); Victor Igbonefo, Stanislav, Edi Hafid Murtado dan Ruben Sanadi (bek); Egi Melgiansyah, Joko Sasongko, Engelbert Sani dan John Tarkpor (tengah), Bajevski dan Safee Salli (C) (stiker).
Pergantian: Joko S-Makdis (’63); Bajevski-Feryansyah (’83)

Persija: Galih Sudaryono (kiper); Ismed Sofyan, Ifo Saputra, Fabiano Beltrame dan Presious E (bek); A Marzukih, Robertino Lestaluhu dan Octavianus (tengah); Bambang Pamungkas (C) dan Pedro Javier (stiker).
Pergantian: Pedro-Rahmad A (’75), Ramdani-Johan J (’85); Octavianus-Rudi S (‘89)

Kartu kuning: Ifo Saputra (’71)

sumber : solopos.com

Berikut video :


via : forzapersija.blogspot.com

Jumat, 20 Januari 2012

Panpel Solo Siap Gelar Laga Pelita v Persija


Pelita Jaya tidak bisa mengelar pertandingan penting saat melawan Persija Jakarta di Karawang karena masalah perizinan. The Young Guns akhirnya memilih Stadion Manahan Solo dalam laga lanjutan Indonesia Super League, Senin (23/1/2012) mendatang.

Panpel Pertandingan mengaku siap mengadakan laga tersebut. Paulus Haryanto selaku panpel dalam pertandingan itu mengatakan sudah mengurus semua persiapan, termasuk izin pertandingan.

"Sudah ada koordinasi sejak sebulan lalu. Dan tadi saya bertemu dengan wakil manajemen Pelita Jaya. Kami sudah memasukkan perizinan. Hanya tinggal menunggu izin itu turun, semua persiapa juga sudah dilengkapi," kata Paulus seperti dikutip dari Pelitamania.com

Panpel akan mencetak 10.000-15.000 lembar tiket dalam laga itu. Optimisme terpancar dari pihaknya kalau tiket akan habis terjual, karena big match antara Pelita melawan Persija cukup menjadi favorit masyarakat.

"Tidak ada persiapan yang istimewa karena kami sudah biasa menggelar pertandingan," imbuhnya.

Paulus, juga telah mempersiapkan antisipasi kalau ada serbuan dari The Jakmania
sumber : bolaindo.com

Selasa, 17 Januari 2012

Bepe: The Jakmania Tau Mana Persija yang Sebenarnya


Kapten Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, sangat yakin pendukung setia klubnya atau yang biasa disebut The Jakmania, tak bisa dibohongi dengan adanya "Persija jadi-jadian" yang kini berlaga di Indonesia Premier League (IPL).

Seperti diketahui, ada dua klub Persija saat ini. Persija yang berlaga di IPL dan diakui oleh pengurus PSSI dipimpin oleh Bambang Sucipto. Sementara Persija yang bertahan di Indonesia Super League (ISL) dipimpin oleh Ferry Paulus. Persija terakhir ini dianggap ilegal oleh PSSI.

The Jakmania selama ini selalu loyal dalam mendukung klub kesayangan mereka yang berlaga di ISL. Setali tiga uang, Bepe juga tetap loyal dengan klub yang membesarkan namanya tersebut.

"Jadi, mengapa saya memilih bermain di ISL bukan di IPL?? Jawabannya lebih pada ketidakrelaan saya melihat sebuah tim yang telah saya bela selama satu dekade dan juga telah membesarkan nama saya, diperlakukan dengan semena-mena oleh PSSI. Bukan karena saya tidak menghormati institusi PSSI beserta semua orang yang berada di dalamnya, sekali lagi, bukan karena itu!" curhat Bepe di situs pribadinya.

"Akan menjadi sebuah hal yang aneh dan menjengkelkan ketika saat ini ada sebuah tim lain yang menggunakan nama kami, warna ciri khas kami, dan juga lambang kebesaran kami lengkap dengan satu bintang di atasnya. Mereka mungkin dapat saja membohongi publik dengan segala tipu muslihat dan pemutarbalikan fakta, akan tetapi mereka tidak akan pernah dapat membohongi pendukung setia kami The Jakmania, yang akan selalu mengerti mana Persija Jakarta yang sebenarnya."

"Persija Jakarta yang diakui PSSI saat ini bukanlah Persija Jakarta yang saya kenal selama ini. Saya yakin dalam lubuk hati yang paling dalam, semua orang akan mengerti, mana Persija Jakarta dan mana Jakarta FC!" imbuh Bepe.

Bepe pertama kali gabung Persija pada tahun 1999 lalu. Macan Kemayoran adalah satu-satunya klub Indonesia yang pernah dibela pemain 31 tahun tersebut. Hingga kini, Bepe telah membela Persija dalam 251 pertandingan dengan rekor 143 gol di Liga Indonesia.

sumber : bolaindo.com

Senin, 16 Januari 2012

Milano derby: AC Milan - Inter





sumber : ultras-tifo.net

Foto Aksi Pasoepati di Magelang

Kemenangan 2-3 tim Persis Solo atas tuan rumah PPSM Kartika Nusantara Magelang memang terbilang sangat luar biasa. Perjuangan para pemain Persis sepanjang pertandingan, patutlah mendapat acungan jempol.

Align Left

Simolodro dan Pasoepati, karena kami bersaudara.

Selain pemain Persis, perjuangan juga tak terlepas dari peran suporter Pasoepati yang senantiasa bersorak-sorai tiada henti memberikan dukungan kepada para pemain Persis di lapangan.

Pemain ke-12 di tim Persis ini pun terus menyuarakan dukungannya meski tim yang didukungnya tengah tertinggal hingga meraih kemenangan di akhir pertandingan.

Aksi Pasoepati di tribun stadion Madya Magelang, Sabtu (14/1) kemarin, juga diabadikan dengan media fotografi melalui jepretan kamera fotografer PasoepatiNet, Adjiwae Onengisme. Kini, ijinkan kami menampilkan hasil foto aksi-aksi Pasoepati di Magelang.


Berbagai spanduk dukungan untuk tim Persis Solo.

Seperti pepatah di sepak bola, “suporter itu berada di belakang tim yang didukungnya.”


Meski tertinggal dari PPSM, suporter tak hentinya beraksi dari tribun stadion.


Di jeda pertandingan, tiada berhenti untuk beraksi.


Di sana-sini penuh dengan asap berwarna-warni. Ini bukan anarkis!


Tribun barat stadion Madya berjejal penuh sesak dengan Pasoepati.


Tak kenal lelah menggendong alat musik, demi Persis Solo.


Pasoepati : “Flare it not crime. Liberta creativo!”


Suporter juga manusia, lelah dan gelisah menunggu datangnya gol.


Satu warna berbeda diantara ribuan merah Pasoepati. Thanks, Slemania!


Presiden Pasoepati Bimo Putranto, buktikan janjinya pimpin Pasoepati ke Magelang.


Nyala membara di tribun. Terus dan terus hingga akhir pertandingan.

sumber : pasoepati.net

Artikel Lainnya